Versi teks.
Halaman ini memuat seluruh cerita sebagai bacaan statis.
Untukmu yang membaca tanpa JavaScript, dengan mode hemat gerak, atau dari kertas.
Kembali ke versi cerita visual.
Ikuti uangnya.
Ke mana Rp100.000-mu pergi saat kamu scan QRIS?
Kamu duduk di Kedai Kopi Senja, di Bekasi.
Pesananmu pas seratus ribu rupiah.
Di meja berdiri satu standee QRIS.
Kamu membayar dari ponselmu, sekali pindai.
Cerita ini mengikuti uangmu, rupiah demi rupiah.
Ini cerita tentang satu pembayaran kecil.
Seratus ribu rupiah, dari dompetmu ke sebuah kedai kopi.
Kedai Kopi Senja itu contoh. Nomor tokonya sintetis.
Pesananmu: Dua kopi susu gula aren, sepiring gorengan.Persamaannya: Rp100.000.
Visual di versi cerita: Voucher NOTA sepia bertuliskan SPESIMEN, miring tujuh derajat, lalu mengecil. Kopi, standee QRIS bertanda CONTOH, dan ponsel masuk panggung. Chip bertuliskan: Pesananmu · Rp100.000 — dua kopi susu gula aren, sepiring gorengan.
Kamu scan QRIS di Kedai Kopi Senja.
Kamera ponselmu membaca pola di standee.
Isinya data kedai: nama, kota, kode toko.
Tidak ada nominal di dalam kode ini.
Kamu mengetik seratus ribu dengan jarimu.
Lalu enam digit PIN. Satu titik demi satu titik.
QRIS statis hanyalah stiker berisi data toko.
Jumlah bayar tidak pernah tersimpan di dalamnya.
Karena itu kamu selalu mengetik nominalnya sendiri.
Isi kodenya, disederhanakan:
- 00 · Format · 01
- 51 · NMID (contoh sintetis) · ID10XXXXXXXXXXX
- 59 · Nama toko · Kedai Kopi Senja
- 60 · Kota · Bekasi
- 58 · Negara · ID
Tidak ada nominal di sini. QRIS statis tidak membawa nominal. Kamu yang mengetiknya.
Visual di versi cerita: Ponsel menghadap standee. Garis pindai turun, lalu QR menyala. Strip lima field: format, NMID sintetis ID10XXXXXXXXXXX, nama Kedai Kopi Senja, kota Bekasi, kode negara ID. Tidak ada field nominal. Pad nominal muncul, lalu enam titik PIN terisi.
Aplikasimu mengecek, lalu memotong saldomu.
Ponselmu bertanya: bolehkan seratus ribu ini keluar?
Pesan itu lewat lembaga switching, lalu bank kedai.
Di sepanjang jalan ada pemeriksaan. Ini contohnya.
Saldomu terpotong seketika. Rekening kedai belum.
Otorisasi itu janji, bukan uang pindah.
Penerbit adalah aplikasi dompetmu.
Acquirer adalah bank yang memasang QRIS di kedai.
Lembaga switching menghubungkan keduanya, antarbank.
Contoh pemeriksaan (Daftar ini contoh, bukan spesifikasi resmi.)
- Saldo cukup.
- Batas harian belum lewat.
- Format pesan benar.
- Nama toko cocok.
Saldomu: −Rp100.000. Rekening kedai: Rp0 (belum berubah).
Visual di versi cerita: Paket melintasi rute: Dompetmu, lembaga switching, bank kedai selaku acquirer, lalu kedai. Empat pemeriksaan contoh menyala berurutan. Ledger: saldomu −Rp100.000, rekening kedai tetap Rp0. Otorisasi adalah janji, bukan uang pindah.
Ting! Kedai tahu kamu sudah bayar.
Soundbox di meja kasir berbunyi keras.
Aplikasi kedai menampilkan uang masuk.
Tapi lihat rekeningnya. Masih nol.
Notifikasi berjalan dalam detik. Uang menyusul belakangan.
Bunyi itu cukup bagi kasir untuk menyerahkan kopimu.
Padahal yang sampai baru kabar, bukan saldonya.
«Pembayaran QRIS diterima, seratus ribu rupiah.»
Aplikasi kedai: +Rp100.000 Masuk. Rekening: Rp0 · belum masuk.
Visual di versi cerita: Soundbox dengan tiga cincin bunyi. Gelembung suara berbunyi: Pembayaran QRIS diterima, seratus ribu rupiah. Dua chip berkontras: +Rp100.000 Masuk di aplikasi kedai, melawan Rekening Rp0 · belum masuk.
Uangnya sendiri baru pindah belakangan.
Transaksimu bergabung dengan jutaan transaksi lain.
Bank-bank saling berutang. PTEN menghitung selisih bersihnya.
Hanya selisih itu yang pindah, lewat rekening BI-RTGS.
Stempel UTANG di notamu berubah menjadi lunas.
Kedai mencairkan uangnya H+0 atau H+1.
Setelmen adalah pelunasan utang antarbank.
Bank Indonesia tidak memungut apa pun di sini.
Jendela setelmen QRIS di BI tidak dipublikasi.
Dompetmu · Switching & PTEN · Bank Indonesia · Bank kedai. 48 transaksi kecil saling menetralkan diri jadi satu panah.
PTEN: 5,2 miliar transaksi menjadi Rp208,8 T setelmen neto kumulatif. Angka resmi PTEN, hingga Sep 2026. Dicek 29 Okt 2026.
Kedai mencairkan uangnya H+0 atau H+1. Lewat agregator bisa beberapa hari.
Visual di versi cerita: Rel empat stasiun: Dompetmu, Switching & PTEN, Bank Indonesia, Bank kedai. NOTA berstempel UTANG menjadi lunas di akhir. Netting: 48 partikel kecil menyatu jadi satu panah. Chip fakta PTEN: 5,2 miliar transaksi, Rp208,8 T setelmen neto kumulatif hingga Sep 2026.
Kedai menerima Rp100.000. Utuh.
Sejak 1 Oktober 2026, aturannya berubah.
Usaha kecil bebas MDR sampai seratus ribu, inklusif.
Tepat di batas, biayanya nol rupiah.
Piring biaya di bab ini sengaja dibiarkan kosong.
MDR adalah potongan yang biasanya ditanggung kedai.
Untuk kedai kecil seperti ini, potongannya sekarang nol.
Persamaannya: Rp100.000 = Rp100.000 + Rp0 MDR.
Sampai 30 Sep 2026: Rp700 · kedai menerima Rp99.300. Aturan KEP.DpG 28/4/2026, berlaku 1 Okt 2026. Dicek 29 Okt 2026.
Visual di versi cerita: Ledger mesin ketik: kamu −Rp100.000, kedai +Rp100.000, MDR Rp0. Baris hantu: sampai 30 Sep 2026, MDR Rp700 dan kedai menerima Rp99.300. Segmented Kemarin/Hari ini mengganti ledger di antara dua aturan.
Tambah satu kue, biayanya muncul.
Kamu menambah satu kue ke pesananmu.
Totalnya seratus dua puluh ribu rupiah.
Lewat satu rupiah dari batas, tarif 0,7% memukul seluruh nominal.
Biayanya delapan ratus empat puluh rupiah.
Bank Indonesia tidak kebagian apa pun.
Satu rupiah di atas batas mengubah segalanya.
Kalau kamu pemilik toko, harga di zona rugi merugikanmu.
Turunkan ke batas, atau naikkan jauh di atasnya.
Persamaannya: Rp120.000 = Rp119.160 + Rp840 MDR.
Batasnya inklusif. Tepat Rp100.000 tetap Rp0.
Zona rugi: harga Rp100.001–Rp100.704 membuat kedai terima lebih sedikit daripada saat Rp100.000.
Ke mana Rp840 itu?
Ke mana potongan itu pergi: PERKIRAAN — Skema awal QRIS 2019; tidak ada konfirmasi masih berlaku. Kontan, 17 Agu 2019. Pembagian kini tidak dipublikasi. Dicek 29 Okt 2026.
- Penerbit (dompetmu): Rp310,80
- Acquirer (bank kedai): Rp327,60
- Lembaga switching: Rp151,20
- PTEN: Rp33,60
- ASPI: Rp16,80
- Bank Indonesia: Rp0
Bank Indonesia: Rp0.
Visual di versi cerita: Grafik tebing: biaya nol sampai Rp100.000 inklusif, lalu tebing di Rp100.001. Koin Rp500, Rp200, Rp100, dan chip Rp40. Roda lima irisan pembagian Rp840 berlabel PERKIRAAN. Baris terakhir: Bank Indonesia Rp0.
Uangmu sampai. Utuh.
Sekarang kamu tahu jalannya: pindai, janji, ting, setelmen.
Dan kamu sudah melihat jurang satu rupiah di seberang batas.